Minggu, 28 Mei 2017



PERBEDAAN AACR DAN RDA

Oleh :

Nama : Ni Kadek Ayu Krisma Agneswari
NIM : 1612311016 Prodi : D3 Perpustakaan

Abstrak :
Tujuan dari tugas ini adalah untuk mengetahui pekrembangkan teknologi informasi di perpustakaan yang mampu memudahkan pemustaka dalam temu kembali informasi dalam bentuk katalog. Katalog  tidak hanya dalam bentuk manual tapi juga dalam bentuk digital sehingga mampu menampung perkembangan informasi.

Kata Kunci : Pengertian AACR,  Pengertian RDA, Perbedaan AACR dengan RDA

Latar Belakang

Perpustakaan sebagai suatu sistem informasi berfungsi untuk menyimpan pengetahuan dalam berbagai bentuk dan diatur sedemikian rupa agar informasi yang diperlukan dapat ditemukan kembali dengan cepat dan tepat. Salah satu sistem temu balik yang umum dikenal di perpustakaan adalah katalog perpustakaan. Seiring dengan perkembang zaman dan kemajuan teknologi di dunia perpustakaan maka diperlukannya kode baru untuk menggantikan AACR2 yang tidak mampu menampung perkembangan informasi dengan pendekatan yang berbeda dari yang ada pada draft Part 1. Untuk menandai haluan baru tersebut sepakat untuk memberikan working title yaitu RDA (Resource Description and Access).

RDA ini akan menjadi standar baru untuk deskripsi sumber dan akses yang dirancang untuk kepentingan dunia digital, RDA akan menyajikan suatu kerangka yang fleksibel untuk menghadapi tantangan mendeskripsikan sumber-sumber digital, data yang lebih mudah disesuaikan dengan struktur pangkalan data yang lebih efisien dan kompatibel dengan cantuman yang telah ada dalam katalog perpustakaan online, karena landasan RDA ada di dalam prinsip-prinsip yang ada di dalam AACR.

Pengertian AACR

Anglo-American Catalogung Rules atau yang dikenal dengan AACR merupakan suatu standard pengatalogan deskriptif yang dipakai oleh banyak negara dan telah diterjemahkan ke dalam 24 bahasa. AACR ialah peraturan katalogisasi yang pertama kali hasil kesepakatan antara ALA ( American Library Association ) dan LA (Persatuan Perpustakaan Inggris ). Atau pengertian lain AACR adalah kode peraturan yang berhubungan dengan gambaran buku dan dokumen lainnya dan mencatat semuanya dibawah nama pengarangnya atau dalam ketidak hadiran kepengarangan. Sedangkan AACR edisi 2 (AACR 2) berisi tentang pembuatan deskripsi catalog yang telah disepakati bersama sejak tahun 1988 oleh Asosiasi Perpustakaan Amerika, Inggris, Kanada dan Negara-negara lainnya yang tergabung dalam Internasional Federation Library Association (IFLA).
           
AACR  yang selama ini digunakan dibuat berdasarkan pengkategorian jenis bahan pustaka. Dalam AACR ada bab-bab khusus untuk buku, terbitan berseri, sound recording, motion pictures, electronic resources,dll. Struktur masing-masing bab dibuat berdasarkan 8 area yang ada deskripsikan dalam ISBD. Saat ini perbedaan jenis pustaka semakin kabur seiring perkembangan teknologi informasi dan multi media.

Pengertian RDA

Resource Description and Access atau RDA adalah suatu standar untuk deskripsi dan akses baru yang dibuat untuk menggantikan AACR pada tahun 2009. RDA akan diterapkan di Australia, Selandia Baru, Inggris, Kanada, dan Amerika Serikat. RDA juga akan diadopsi oleh Jerman dan Perancis yang saat ini masih menggunkan bahasa pengatalogan deskriptif tersendiri.

RDA ( Resources Description and Access) merupakan standar baru untuk mendeskripsikan sumber daya dan akses informasi yang dirancang di era digital dan berbasis web yang akan melibatkan pencipta metadata dan pengguna di luar sektor perpustakaan. RDA akan mendukung integrasi cantuman katalog perpustakaan dengan metadata yang dihasilkan oleh masyarakat lainnya.

RDA dibangun atas landasan AACR dan akan merupakan suatu perangkat petunjuk dan instruksi untuk deskripsi (resource description) dan akses yang mencakup semua jenis isi dan media. Standar baru ini dikembangkan terutama untuk perpustakaan, namun JSC berkonsultasi dengan komunitas lain (arsip, musium, penerbit, pendidik, pedagang buku, vendor Integrated Library Systems) supaya RDA searah dengan standar metadata yang digunakan di komunitas tersebut.

RDA dirilis tidak dalam format tercetak seperti AACR tetapi sebagai web-based tools yang didesain untuk kebutuhan dunia digital dan bisa dicustomised sesuai dengan besar-kecilnya perpustakaan, jenis perpustakaan, kebijakan perpustakaan, dll. Meskipun terdapat banyak perubahan signifikan, RDA dibangun di atas fondasi AACR yang telah lama digunakan oleh pustakawan untuk menghasilkan jutaan records di seluruh dunia sejak diterapkan lebih dari beberapa dekade. RDA dibuat berdasarkan model konseptual Functional Requirements for Bibliographic Records (FRBR), Functional Requirement for Authority Data (FRAD), dan Functional Requirement for Subject Authority Records (FRSAR). Model ini merupakan konsep entities, relationship, and attributes atau metadata yang dikembangkan oleh IFLA. Model konseptual dipandang lebih relevan di era informasi saat ini karena dapat membantu memahami domain yang digambarkan.


Perbedaan AACR dan RDA
Ada Empat perbedaan antara AACR dengan RDA yaitu Stuktur, Level of Organization, Categorization  of  Resourses, dan Singkatan yaitu :

1.Struktur
Antara AACR dengan RDA memiliki beberapa perbedaan. Jika dilihat dari strukturnya, struktur AACR2 dibagi menjadi 2 bagian terdiri dari 26 bab dan ditambah dengan apendik A s.d. E, Indeks. Bagian pertama mengenai deskripsi terdiri dari bab 1 sampai dengan 13. Sedangkan bagian kedua mengenai titik akses terdiri dari bab 21 sampai dengan bab 26. Berikut rincian struktur AACR2

Bagain 1 Deskripsi
1. Peraturan umum untuk deskripsi
2. Buku, Pamflet, dan lembar tercetak
3. Bahan Kartografi
4. Manuskrip
5. Musik
6. Rekaman suara
7. Gambar hidup/Film dan Rekaman video
8. Bahan Grafis
9. Sumber elektronik (E-Resources)
10. Artefak dan Realia Tiga dimensi
11. Bentuk mikro
12. Sumber daya berlanjut (serial)
13. Analisis

Bagian 2 Tajuk, judul seragam, dan referensi
21. Pilihan titik akses
22. Tajuk untuk orang
23. Nama Geografis
24. Tajuk Badan Korporasi
25. Judul seragam
26. Referensi

Sementara itu struktur RDA terdiri dari tiga bagian utama, 10 seksi, 37 bab ditambah beberapa lampiran (untuk penggunaan huruf  kapital, singkatan, kata sandang, penyajian data deskriptif dan data pengendalian titik temu), daftar istilah, dan index. Tiga bagian RDA adalah sebagai berikut :
Bagian I Resource Description (termasuk sasaran fungsional dan prinsip-prinsip deskripsi sumber informasi) terdiri dari seksi 1 s.d. 4,
Bagian II Relationships atau hubungan (petunjuk umum tentang hubungan-hubungan, termasuk individu, keluarga, badan korporasi, yang punya relationship dengan sumber; sitasi untuk karya berhubungan, dan petunjuk khusus untuk beberapa jenis karya tertentu) terdiri dari seksi 5 s.d 10
Bagian III Access Point Control (merumuskan titik akses atau titik temu dan mencatat data yang digunakan dalam pengendalian titik temu) merupakan RDA Appendices.

No.
AACR
RDA
1
Bagian I
1. general rules for
Description
2. books, pamphlets, and
printed sheets
3. cartographic materials
4. manuscripts
5. music
6. sound recording
7. motion picture and
video recording
8. graphic materials
9. machine-readable data
files
10. three-dimensional,
artifacts & realia
11. microform
12. serials
13. analysis


Bagian II
1. choice of access point
2. heading for persons
3. geographic names
4. heading for corporate
5. uniforms titles
6. reference
Bagian I FRBR/FRAD attributes
1. Attributes of manifestation
item
2. Attributes of work and
expression
3. Attributes of person, family,
and corporate body
4. Attributes of person object,
event and place


Bagian II FRBR/FRAD
Relationship
1. Primary relationshipbetween a
work, expression, manifestation,
and item
2. Relationships to persons,
families and corporate bodies
associated a resource
3. Subject relationship
4. Relationship between work,
expression, manifestation, and
items
5. Relationship between person,
families and corporate bodies
6. Relationship between concepts,
object, events, and place

RDA tidak hadir dalam bentuk cetak seperti AACR2 tetapi hadir dengan versi web-based tool yang didesain untuk kebutuhan dunia digital dan bisa dicustomized sesuai dengan besar kecilnya perpustakaan, jenis perpustakaan, kebijakan perpustakaan, dan lain-lain. Jika AACR dideskripsikan berdasarkan ISBD sementara RDA berdasarkan FRBR RDA yang berkonsep kepada FRBR (Functional Requirement Bibliographic Record) yang memiliki empat aspek. Keempat aspek tersebut, yaitu work, manifestation, exspression dan item. Work merupakan karya dari pencipta. Misal work itu adalah sebuah karya dari William Shakespeare berjudul Hamlet. Hamlet adalah sebuah work dari penciptanya William Shakespeare. Expression merupakan bentuk nyata dari karya pencipta dalam bentuk notasi alfanumerik (teks), musik, suara, gerak. Expression bisa disebut bahasa yang dipakai dalam sebuah karya. Misalnya, karya William Shakespeare memakai bahasa Prancis, bahasa Prancis merupakan exspression dari work William

Shakespeare. Berikutnya manifestation merupakan perwujudan fisik dari karya tersebut. Manifestation mengungkapkan bagaimana bentuk fisik karya tersebut. Manifestation bisa berbentuk naskah, buku, jurnal, peta, poster, rekaman suara, film, CD-ROM, PDF, Powerpoint. item merupakan satu eksemplar dari manifestasi yang dimiliki
perpustakaan karya William Shakespeare dimiliki oleh perpustakaan Library of Congress dengan nomor panggilnya PR2779H3G5 copy 1.
           
FRBR merupakan konsep dari RDA memiliki kerangka umum model E-R (entityrelationship), FRBR mengidentifikasi sejumlah kelompok entitas umum yang ada dalam konteks katalog perpustakaan dan hubungan antarkelompok. Dengan model kerangka umum FRBR menekankan pada hubungan antarkelompok entitas, cantuman FRBR pada bibliografi didefinisikan menghubungkan dengan kebutuhan pemakai yang menganalisis tindakan pengguna untuk memenuhi kebutuhannya lewat penelusuran bibliografi. FRBR mengindentifikasinya sebagai Find, Identify, Select, dan Obtain. Find, pengguna menggunakan data untuk menemukan bahan yang sesuai dengan kriteria penelusuran pengguna (misalnya, pengguna menggunakan tentang subjek tertentu). Identify, pengguna menggunakan data yang ditemukan untuk mengidentifikasi suatu entitas (misalnya, pengguna mengidentifikasi dokumen yang ditemukan sama dengan dokumen yang dicari). Select, pengguna memilih suatu entitas sesuai dengan kebutuhannya (misalnya, pengguna memilih dokumen dengan bahasa yang dimengerti pengguna). Obtain, pengguna menggunakan data yang diperoleh dalam deskripsi data (misalnya, pengguna pengakses dokumen elekrtonik yang tersimpan di komputer). Dengan kata lain, struktur RDA yang fleksibel dan FRBR sebagai konseptualnya mempermudah pengguna memperoleh informasi yang lengkap dari suatu deskripsi karya. Pengaplikasian RDA belum dilakukan oleh perpustakaan, pengaplikasiannya dimulai tahun 2013 oleh Library of Congress. Tetapi pengaplikasian FRBR sebagai konsep dari RDA telah diaplikasikan pada beberapa perpustakaan, contohnya pada Library of Congress.

2. Pendeskripsian Bahan Pustaka
AACR2 memiliki delapan daerah publikasi yang selama ini dipakai dalam pedoman pendeskripsian bahan pustaka. Namun RDA tidak memiliki hal tersebut. Dalam hal pendeskripsian RDA memakai core  element,  terdiri  dari  duabelas  elemen  yang  fleksibel.  Dalam  contoh-contoh RDA  yang dimuat  dalam  situs  resmi  RDA  www.RDAtoolxit.org  memperlihatkan tidak semua  core element  mesti ada, tidak hanya dua belas saja tapi lebih dari dua belas atau kurang.

3. Sumber atau Bahan Deskripsi
Perubahan yang paling mendasar dari AACR2 ke RDA adalah dalam pembagian jenis bahan perpustakaan dimana RDA tidak lagi menggunakan pengaturan tentang penandaan bahan umum yang dikenal dengan General Material Desctiptiom (GMD). RDA tidak mengkhususkan objek yang dideskripsikan, tidak seperi halnya AACR2 yang mengkhususkan jenis bahan pustaka seperti buku, pamflet, mikroform, terbitan berseri, kartografi, manuskrip, musik, rekaman video, rekaman audio. Namun, RDA hanya pada objek yang digambarkan untuk pendeskripsian menggunakan FRBR sebagai konseptual dari RDA. Jadi, RDA dapat digunakan pada semua jenis bahan pustaka baik digital maupun manual atau tradisonal. GMD dengan penggunaan RDA tidak dipakai lagi, seiring dengan hal itu diganti dengan tiga kategori, yaitu media type, carrier type, content type. Ketiga kategori tersebut memenuhi materi dari objek pendeskripsian. Media type untuk audio, computer, microfrom dan video. Carrier type untuk film reel, filmstrip, overhead transparency dan slide. Content type untuk cartographic, notated music dan text.

Penggunaan GMD (General Material Designation) merupakan pernyataan tentang bahan umum yang ditulis setelah judul sebenarnya dengan penggunaan tanda kurung siku setelah judul sebenarnya. GMD memiliki beberapa fungsi, sebagai berikut :
Ò  Memberitahu sedini mungkin pada pemustaka mengenai format atau bentuk fisik dokumen tersebut.
Ò  Mengisyaratkan pada pemustaka bahwa diperlukan alat khusus
Ò  Menjadikan sarana untuk membedakan dokumen dengan judul yang sama tetapi bentuknya berbeda.

4. Singkatan

Indikator

AACR2

RDA
Singkatan
1.            et al.
2.            dkk
3.            Ed
4.            Ed
5.            Rev.
6.            s.l
7.            s.n
8.            s.a
9.            ill
1.         
2.           
3.          Editor
4.          Edisi
5.          Revisi
6.         
7.         
8.         
9.          Ilustrasi

Dalam  pendeskripsian  bahan pustaka dipakai dalam  AACR2. Singkatan-singkatan seperti illus., ed. dan lain-lain tidak  dipakai  lagi  dalam  RDA.  RDA  cenderung  mendeskripsikan  bahan  pustaka dengan  tidak  memakai  singkatan.  Upaya  ini  dilakukan  agar  pengguna  dapat memahami deskripsi bahan pustaka tersebut.  Dari beberapa indikator perbedaan AACR2  dan  RDA  dapat  ditarik  kesimpulan.  RDA  sangatlah  cocok  dipakai  dalam masa  kini,  RDA  lebih  jelas  dalam  pendeskripsian  data  bibliografis.  RDA dirumuskan  untuk  mempermudah  pemustaka  dalam  memperoleh  informasi dengan memakai deskripsi yang jelas.

Kesimpulan

Jadi dapat disimpulkan Anglo-American Catalogung Rules atau yang dikenal dengan AACR merupakan suatu standard pengatalogan deskriptif yang dipakai oleh banyak negara. RDA ( Resources Description and Access) merupakan standar baru untuk mendeskripsikan sumber daya dan akses informasi yang dirancang di era digital dan berbasis web yang akan melibatkan pencipta metadata dan pengguna di luar sektor perpustakaan. Perbedaan yang ada pada AACR2  dan  RDA  sebagai  berikut:   Pertama,  pada  struktur  AACR2  khusus mendeskripsikan  bahan-bahan  pustaka  tertentu  yang  telah  dirumuskan  dalam AACR2,  seperti  buku,  manuskrip,  kartografi  dan  lain-lain,  sedangkan  RDA dirumuskan  tidak  untuk  bahan-bahan  tetentu,  tetapi  semua  objek  yang  dalam pendeskripsian  bahan  pustaka.  Kedua,  dalam  pendeskripsian  bahan  pustaka AACR2 mengindentifikasi berpedoman pada delapan daerah bibliografi, tetapi RDA memakai  pedoman  yang  fleksibel  yang  disebut  core element.  Ketiga,  kategori dari sumber atau bahan deskripsi yang selama ini dipakai AACR2, yakni GMD tidak mendeskripsikan  bahan  deskripsi  secara  jelas,  sedangkan  RDA  memakai  tiga kategori dalam mengatagorikan bahan deskripsi, yakni media type, carrier type dan content  type.  Keempat,  singakatan pada AACR2  memakai singkatan seperti dkk.,ill.,ed.,  dan  lainnya sedangkan pada RDA tidak  dapat  digunakan. Oleh  karena  itu,  dapat disimpulkan  AACR2  tidak  lagi  mendukung  perkembangan  jenis  bahan  pustaka untuk mendeskripsikan informasi sebagai kebutuhan masa kini. Dengan demikian, RDA dibutuhkan dalam pendeskripsian bahan pustaka dalam masa sekarang ini.

Saran

Sebaiknya kita perlu lebih menggali kembali pengetahuan tentang AACR dan RDA mengingat  kemajuan teknologi dan informasi yang semakin maju sehingga memudahkan penuhan kebutuhan pemustaka.

Daftar Pustaka

Dian, Puspita. (2016, Maret). Transformasi AACR2 (Anglo American Cataloging Rules 2nd Edition) Ke RDA (Resources Description and Access). Diakses 25 Mei 2017 dari

Likalikutri. (2011, Desember). Makalah AACR dan RDA. Diakses 26 Mei 2017 dari


Tidak ada komentar:

Posting Komentar