PERBEDAAN AACR DAN
RDA
Oleh :
Nama : Ni Kadek Ayu Krisma Agneswari
NIM : 1612311016 Prodi : D3 Perpustakaan
Abstrak :
Tujuan
dari tugas ini adalah untuk mengetahui pekrembangkan teknologi informasi di perpustakaan
yang mampu memudahkan pemustaka dalam temu kembali informasi dalam bentuk
katalog. Katalog tidak hanya dalam
bentuk manual tapi juga dalam bentuk digital sehingga mampu menampung
perkembangan informasi.
Kata Kunci :
Pengertian AACR, Pengertian RDA,
Perbedaan AACR dengan RDA
Latar Belakang
Perpustakaan
sebagai suatu sistem informasi
berfungsi untuk menyimpan pengetahuan dalam berbagai bentuk dan diatur
sedemikian rupa agar informasi yang diperlukan dapat ditemukan kembali dengan
cepat dan tepat. Salah satu sistem temu balik yang umum dikenal di
perpustakaan adalah katalog perpustakaan. Seiring dengan perkembang zaman dan
kemajuan teknologi di dunia perpustakaan maka
diperlukannya kode baru untuk menggantikan AACR2 yang tidak mampu menampung perkembangan informasi dengan
pendekatan yang berbeda dari yang ada pada draft Part 1. Untuk menandai haluan baru tersebut
sepakat untuk memberikan working title yaitu RDA (Resource Description and
Access).
RDA ini akan menjadi standar baru untuk deskripsi
sumber dan akses yang dirancang untuk kepentingan dunia digital, RDA akan
menyajikan suatu kerangka yang fleksibel untuk menghadapi tantangan
mendeskripsikan sumber-sumber digital, data yang lebih mudah disesuaikan dengan
struktur pangkalan data yang lebih efisien dan kompatibel dengan cantuman yang
telah ada dalam katalog perpustakaan online, karena landasan RDA ada di dalam
prinsip-prinsip yang ada di dalam AACR.
Pengertian AACR
Anglo-American Catalogung Rules atau yang
dikenal dengan AACR merupakan suatu standard pengatalogan deskriptif yang
dipakai oleh banyak negara dan telah diterjemahkan ke dalam 24 bahasa. AACR ialah peraturan katalogisasi
yang pertama kali hasil kesepakatan antara ALA ( American Library Association )
dan LA (Persatuan Perpustakaan Inggris ). Atau pengertian lain AACR adalah kode
peraturan yang berhubungan dengan gambaran buku dan dokumen lainnya dan
mencatat semuanya dibawah nama pengarangnya atau dalam ketidak hadiran
kepengarangan. Sedangkan AACR edisi 2 (AACR 2) berisi tentang pembuatan deskripsi
catalog yang telah disepakati bersama sejak tahun 1988 oleh Asosiasi
Perpustakaan Amerika, Inggris, Kanada dan Negara-negara lainnya yang tergabung
dalam Internasional Federation Library Association (IFLA).
AACR yang selama ini digunakan dibuat
berdasarkan pengkategorian jenis bahan pustaka. Dalam AACR ada bab-bab khusus
untuk buku, terbitan berseri, sound recording, motion pictures, electronic
resources,dll. Struktur masing-masing bab dibuat berdasarkan 8 area yang ada
deskripsikan dalam ISBD. Saat ini perbedaan jenis pustaka semakin kabur seiring
perkembangan teknologi informasi dan multi media.
Pengertian RDA
Resource Description and Access atau RDA
adalah suatu standar untuk deskripsi dan akses baru yang dibuat untuk menggantikan
AACR pada tahun 2009. RDA akan diterapkan di Australia, Selandia Baru, Inggris,
Kanada, dan Amerika Serikat. RDA juga akan diadopsi oleh Jerman dan Perancis
yang saat ini masih menggunkan bahasa pengatalogan deskriptif tersendiri.
RDA ( Resources Description and Access) merupakan
standar baru untuk mendeskripsikan sumber daya dan akses informasi yang
dirancang di era digital dan berbasis web yang akan melibatkan pencipta
metadata dan pengguna di luar sektor perpustakaan. RDA akan mendukung integrasi
cantuman katalog perpustakaan dengan metadata yang dihasilkan oleh masyarakat
lainnya.
RDA dibangun atas landasan AACR dan akan merupakan
suatu perangkat petunjuk dan instruksi untuk deskripsi (resource description)
dan akses yang mencakup semua jenis isi dan media. Standar baru ini
dikembangkan terutama untuk perpustakaan, namun JSC berkonsultasi dengan
komunitas lain (arsip, musium, penerbit, pendidik, pedagang buku, vendor
Integrated Library Systems) supaya RDA searah dengan standar metadata yang
digunakan di komunitas tersebut.
RDA dirilis tidak dalam format tercetak seperti AACR
tetapi sebagai web-based tools yang didesain untuk kebutuhan dunia digital dan
bisa dicustomised sesuai dengan besar-kecilnya perpustakaan, jenis perpustakaan,
kebijakan perpustakaan, dll. Meskipun terdapat banyak perubahan signifikan, RDA
dibangun di atas fondasi AACR yang telah lama digunakan oleh pustakawan untuk
menghasilkan jutaan records di seluruh dunia sejak diterapkan lebih dari
beberapa dekade. RDA dibuat berdasarkan model konseptual Functional
Requirements for Bibliographic Records (FRBR), Functional Requirement for
Authority Data (FRAD), dan Functional Requirement for Subject Authority Records
(FRSAR). Model ini merupakan konsep entities, relationship, and attributes atau
metadata yang dikembangkan oleh IFLA. Model konseptual dipandang lebih relevan
di era informasi saat ini karena dapat membantu memahami domain yang
digambarkan.
Perbedaan AACR dan RDA
Ada Empat
perbedaan antara AACR dengan RDA yaitu Stuktur, Level of Organization,
Categorization of Resourses, dan Singkatan yaitu :
1.Struktur
Antara AACR
dengan RDA memiliki beberapa perbedaan. Jika dilihat dari strukturnya, struktur
AACR2 dibagi menjadi 2 bagian terdiri dari 26 bab dan ditambah dengan apendik A
s.d. E, Indeks. Bagian pertama mengenai deskripsi terdiri dari bab 1 sampai
dengan 13. Sedangkan bagian kedua mengenai titik akses terdiri dari bab 21
sampai dengan bab 26. Berikut rincian struktur AACR2
Bagain 1 Deskripsi
1. Peraturan umum untuk deskripsi
2. Buku, Pamflet, dan lembar
tercetak
3. Bahan Kartografi
4. Manuskrip
5. Musik
6. Rekaman suara
7. Gambar hidup/Film dan Rekaman
video
8. Bahan Grafis
9. Sumber elektronik (E-Resources)
10. Artefak dan Realia Tiga dimensi
11. Bentuk mikro
12. Sumber daya berlanjut (serial)
13. Analisis
Bagian 2 Tajuk, judul seragam, dan
referensi
21. Pilihan titik akses
22. Tajuk untuk orang
23. Nama Geografis
24. Tajuk Badan Korporasi
25. Judul seragam
26. Referensi
Sementara
itu struktur RDA terdiri dari tiga bagian utama, 10 seksi, 37 bab ditambah
beberapa lampiran (untuk penggunaan huruf
kapital, singkatan, kata sandang, penyajian data deskriptif dan data
pengendalian titik temu), daftar istilah, dan index. Tiga bagian RDA adalah
sebagai berikut :
Bagian I – Resource Description (termasuk
sasaran fungsional dan prinsip-prinsip deskripsi sumber informasi) terdiri dari
seksi 1 s.d. 4,
Bagian II – Relationships atau hubungan
(petunjuk umum tentang hubungan-hubungan, termasuk individu, keluarga, badan
korporasi, yang punya relationship dengan sumber; sitasi untuk karya
berhubungan, dan petunjuk khusus untuk beberapa jenis karya tertentu) terdiri
dari seksi 5 s.d 10
Bagian III – Access Point Control (merumuskan
titik akses atau titik temu dan mencatat data yang digunakan dalam pengendalian
titik temu) merupakan RDA Appendices.
|
No.
|
AACR
|
RDA
|
|
1
|
Bagian I
1. general
rules for
Description
2. books,
pamphlets, and
printed
sheets
3.
cartographic materials
4.
manuscripts
5. music
6. sound
recording
7. motion
picture and
video
recording
8. graphic
materials
9.
machine-readable data
files
10. three-dimensional,
artifacts
& realia
11.
microform
12.
serials
13.
analysis
Bagian II
1. choice
of access point
2. heading
for persons
3.
geographic names
4. heading
for corporate
5.
uniforms titles
6.
reference
|
Bagian I FRBR/FRAD
attributes
1. Attributes
of manifestation
item
2.
Attributes of work and
expression
3.
Attributes of person, family,
and
corporate body
4.
Attributes of person object,
event and
place
Bagian II FRBR/FRAD
Relationship
1. Primary
relationshipbetween a
work,
expression, manifestation,
and item
2.
Relationships to persons,
families
and corporate bodies
associated
a resource
3. Subject
relationship
4.
Relationship between work,
expression,
manifestation, and
items
5.
Relationship between person,
families
and corporate bodies
6.
Relationship between concepts,
object,
events, and place
|
RDA tidak
hadir dalam bentuk cetak seperti AACR2 tetapi hadir dengan versi web-based tool yang didesain untuk kebutuhan
dunia digital dan bisa dicustomized sesuai dengan besar kecilnya perpustakaan,
jenis perpustakaan, kebijakan perpustakaan, dan lain-lain. Jika AACR
dideskripsikan berdasarkan ISBD sementara RDA berdasarkan FRBR RDA yang
berkonsep kepada FRBR (Functional
Requirement Bibliographic Record) yang memiliki empat aspek. Keempat aspek tersebut, yaitu work, manifestation, exspression dan item. Work merupakan karya dari pencipta. Misal work itu adalah sebuah karya dari William
Shakespeare berjudul Hamlet. Hamlet adalah sebuah work dari penciptanya William Shakespeare. Expression merupakan bentuk nyata
dari karya pencipta dalam bentuk notasi alfanumerik (teks), musik, suara,
gerak. Expression bisa disebut
bahasa yang dipakai dalam sebuah karya. Misalnya, karya William Shakespeare
memakai bahasa Prancis, bahasa Prancis merupakan exspression dari work William
Shakespeare.
Berikutnya manifestation merupakan
perwujudan fisik dari karya tersebut. Manifestation mengungkapkan bagaimana
bentuk fisik karya tersebut. Manifestation bisa berbentuk naskah, buku, jurnal,
peta, poster, rekaman suara, film, CD-ROM, PDF, Powerpoint. item merupakan satu eksemplar dari
manifestasi yang dimiliki
perpustakaan karya William
Shakespeare dimiliki oleh perpustakaan Library
of Congress dengan nomor panggilnya PR2779H3G5 copy 1.
FRBR
merupakan konsep dari RDA memiliki kerangka umum model E-R (entityrelationship), FRBR
mengidentifikasi sejumlah kelompok entitas umum yang ada dalam konteks katalog
perpustakaan dan hubungan antarkelompok. Dengan model kerangka umum FRBR
menekankan pada hubungan antarkelompok entitas, cantuman FRBR pada bibliografi
didefinisikan menghubungkan dengan kebutuhan pemakai yang menganalisis tindakan
pengguna untuk memenuhi kebutuhannya lewat penelusuran bibliografi. FRBR
mengindentifikasinya sebagai Find,
Identify, Select, dan Obtain.
Find, pengguna menggunakan data untuk menemukan bahan yang sesuai dengan
kriteria penelusuran pengguna (misalnya, pengguna menggunakan tentang subjek
tertentu). Identify, pengguna
menggunakan data yang ditemukan untuk mengidentifikasi suatu entitas (misalnya,
pengguna mengidentifikasi dokumen yang ditemukan sama dengan dokumen yang
dicari). Select, pengguna
memilih suatu entitas sesuai dengan kebutuhannya (misalnya, pengguna memilih
dokumen dengan bahasa yang dimengerti pengguna). Obtain, pengguna menggunakan data yang diperoleh dalam deskripsi
data (misalnya, pengguna pengakses dokumen elekrtonik yang tersimpan di
komputer). Dengan kata lain, struktur RDA yang fleksibel dan FRBR sebagai
konseptualnya mempermudah pengguna memperoleh informasi yang lengkap dari suatu
deskripsi karya. Pengaplikasian RDA belum dilakukan oleh perpustakaan,
pengaplikasiannya dimulai tahun 2013 oleh Library of Congress. Tetapi pengaplikasian FRBR sebagai konsep
dari RDA telah diaplikasikan pada beberapa perpustakaan, contohnya pada Library of Congress.
2. Pendeskripsian Bahan Pustaka
AACR2
memiliki delapan daerah publikasi yang selama ini dipakai dalam pedoman
pendeskripsian bahan pustaka. Namun RDA tidak memiliki hal tersebut. Dalam hal
pendeskripsian RDA memakai core
element, terdiri dari duabelas elemen
yang fleksibel. Dalam
contoh-contoh RDA yang dimuat dalam
situs resmi RDA
www.RDAtoolxit.org memperlihatkan
tidak semua core element mesti ada, tidak hanya dua belas saja tapi
lebih dari dua belas atau kurang.
3. Sumber atau Bahan Deskripsi
Perubahan
yang paling mendasar dari AACR2 ke RDA adalah dalam pembagian jenis bahan
perpustakaan dimana RDA tidak lagi menggunakan pengaturan tentang penandaan
bahan umum yang dikenal dengan General Material Desctiptiom (GMD). RDA tidak
mengkhususkan objek yang dideskripsikan, tidak seperi halnya AACR2 yang
mengkhususkan jenis bahan pustaka seperti buku, pamflet, mikroform, terbitan
berseri, kartografi, manuskrip, musik, rekaman video, rekaman audio. Namun, RDA
hanya pada objek yang digambarkan untuk pendeskripsian menggunakan FRBR sebagai
konseptual dari RDA. Jadi, RDA dapat digunakan pada semua jenis bahan pustaka
baik digital maupun manual atau tradisonal. GMD dengan penggunaan RDA tidak
dipakai lagi, seiring dengan hal itu diganti dengan tiga kategori, yaitu media type, carrier type, content type.
Ketiga kategori tersebut memenuhi materi dari objek pendeskripsian. Media type untuk audio, computer, microfrom dan video. Carrier type untuk film
reel, filmstrip, overhead
transparency dan slide. Content
type untuk cartographic,
notated music dan text.
Penggunaan GMD (General
Material Designation) merupakan pernyataan tentang bahan umum yang ditulis
setelah judul sebenarnya dengan penggunaan tanda kurung siku setelah judul
sebenarnya. GMD memiliki beberapa fungsi, sebagai berikut :
Ò Memberitahu sedini mungkin pada
pemustaka mengenai format atau bentuk fisik dokumen tersebut.
Ò Mengisyaratkan pada pemustaka bahwa
diperlukan alat khusus
Ò Menjadikan sarana untuk membedakan
dokumen dengan judul yang sama tetapi bentuknya berbeda.
4.
Singkatan
|
Indikator
|
AACR2
|
RDA
|
|
Singkatan
|
1.
et al.
2.
dkk
3.
Ed
4.
Ed
5.
Rev.
6.
s.l
7.
s.n
8.
s.a
9.
ill
|
1.
–
2.
3.
Editor
4.
Edisi
5.
Revisi
6.
–
7.
–
8.
–
9.
Ilustrasi
|
Dalam pendeskripsian bahan pustaka dipakai dalam AACR2. Singkatan-singkatan seperti illus.,
ed. dan lain-lain tidak dipakai lagi
dalam RDA. RDA
cenderung mendeskripsikan bahan
pustaka dengan tidak memakai
singkatan. Upaya ini
dilakukan agar pengguna
dapat memahami deskripsi bahan pustaka tersebut. Dari beberapa indikator perbedaan AACR2 dan
RDA dapat ditarik
kesimpulan. RDA sangatlah
cocok dipakai dalam masa
kini, RDA lebih
jelas dalam pendeskripsian data
bibliografis. RDA dirumuskan untuk
mempermudah pemustaka dalam
memperoleh informasi dengan
memakai deskripsi yang jelas.
Kesimpulan
Jadi dapat disimpulkan Anglo-American Catalogung Rules atau yang dikenal dengan
AACR merupakan suatu standard pengatalogan deskriptif yang dipakai oleh banyak
negara. RDA (
Resources Description and Access) merupakan standar baru untuk mendeskripsikan
sumber daya dan akses informasi yang dirancang di era digital dan berbasis web
yang akan melibatkan pencipta metadata dan pengguna di luar sektor perpustakaan. Perbedaan yang ada
pada AACR2 dan RDA
sebagai berikut: Pertama, pada
struktur AACR2 khusus mendeskripsikan bahan-bahan
pustaka tertentu yang
telah dirumuskan dalam AACR2,
seperti buku, manuskrip,
kartografi dan lain-lain,
sedangkan RDA dirumuskan tidak
untuk bahan-bahan tetentu,
tetapi semua objek
yang dalam pendeskripsian bahan
pustaka. Kedua, dalam pendeskripsian bahan
pustaka AACR2 mengindentifikasi berpedoman pada delapan daerah
bibliografi, tetapi RDA memakai
pedoman yang fleksibel
yang disebut core element.
Ketiga, kategori dari sumber atau
bahan deskripsi yang selama ini dipakai AACR2, yakni GMD tidak mendeskripsikan bahan deskripsi
secara jelas, sedangkan
RDA memakai tiga kategori dalam mengatagorikan bahan
deskripsi, yakni media type, carrier type dan content type.
Keempat, singakatan pada AACR2 memakai singkatan seperti dkk.,ill.,ed., dan
lainnya sedangkan pada RDA tidak
dapat digunakan. Oleh karena
itu, dapat disimpulkan AACR2
tidak lagi mendukung
perkembangan jenis bahan
pustaka untuk mendeskripsikan informasi sebagai kebutuhan masa kini.
Dengan demikian, RDA dibutuhkan dalam pendeskripsian bahan pustaka dalam masa
sekarang ini.
Saran
Sebaiknya kita perlu lebih menggali kembali pengetahuan tentang AACR
dan RDA mengingat kemajuan teknologi dan
informasi yang semakin maju sehingga memudahkan penuhan kebutuhan pemustaka.
Daftar Pustaka
Dian,
Puspita. (2016, Maret). Transformasi AACR2 (Anglo American Cataloging Rules
2nd Edition) Ke RDA (Resources Description and Access). Diakses 25 Mei 2017
dari
Likalikutri.
(2011, Desember). Makalah AACR dan RDA. Diakses 26 Mei 2017 dari
Tidak ada komentar:
Posting Komentar