MANFAAT KATALOG : DULU DAN KINI
Oleh:
Nama
: Ni Kadek Ayu Krisam Agneswari
Nim
: 16123111016 Prodi : D3 perpustakaan
Abstrak
:
Tujuan
dari tugas ini adalah untuk mengetahui manfaat katalog dulu maupun sekarang
serta mengetahui perkembangan katalog manual yang hingga sekarang masih ada
beberapa yang menggunakan dan katalog digital
yang sudah tidak asing lagi. Katalog tidak hanya digunakan pada perpustakaan
tetapi juga digunakan pada dunia usaha.
Kata
kunci : Pengertian Katalog, Manfaat Katalog Dulu dan
Kini.
Latar
Belakang
Katalog merupakan
suatu daftar yang terurut yang berisi informasi tertentu dari benda atau barang
yang didaftar. Dapat dikatakan juga wakil atau gambaran dari informasi yang
dimiliki. Katalog juga dapat mempercepat dan mempermudah kegiataan penelusuran
informasi terhadap daftar suatu benda atau barang. Selain katalog manual (kartu
katalog), katalog juga terdapat dalam bentuk digital (elektronik) kedua jenis
katalog ini mempunyai keunggulan dan kelemahannya masing-masing. Katalog tidak hanya
kita jumpai di perpustakaan tetapi tanpa kita sadari katalog juga ditemukan di
supermarket, penjualan barang elektronik, produk kosmetik dan di tempat makan.
Secar elektronik katalog dapat juga kita jumpai di penjaualan barag online
seperti buka lapak, lazada, dan blibli.com.
Secara khusus dalam
dunia perpustakaan katalog sangat membantu pustakawan dalam mencari buku yang
diinginkan oleh pemustaka dimana disini fungsi katalog sebagai sarana untuk mengetahui
buku-buku apa saja yang ada pada satu atau beberapa perpustakaan. Katalog
dibagi menjadi dua yaitu katalog manual dan katalog digital dimana pada katalog
memiliki manfaat masing- masing. Meski
katalog digital sudah banyak digunakan namun katalog manual tetap
digunakan oleh perpustakaan yang masih bersifat konvensional Dalam dunia usaha katalog digunakan sebagai
sarana promosi suatu produk oleh perusahaan.
Pengertian Katalog
·
Istilah
katalogisasi yang digunakan di Indonesia merupakan penyerapan kata catalogisering dari
bahasa Belanda.nMuncul istilah deskripsi bibliografis sebagai terjemahan
kata bibliographical description. Proses pengatalogan
mengidentifikasi dan mendeskripsi paket informasi, perekaman informasi
dalam cantuman bibliografis dan seleksi dan pembentukan titik akses.
·
Katalog berasal dari
bahasa latin “catalogus” yang berarti daftar, dalam pengertian umum katalog
diartikan sebagai daftar nama-nama, judul dan barang-barang. Dalam sejarah
kepustakawanan, katalogisasi atau pengkatalogan (cataloguing, catalogieseren)
merupakan keterampilan yang sudah dimiliki sejak berabad-abad lamanya, sebagai
senarai inventaris.
·
Dalam dunia
perpustakaan katalog diartikan sebagai daftar berbagai jenis koleksi,
dapat berupa buku yang dibuat menurut sistem atau cara tertentu, secara
alfabetis maupun secara sistematis untuk memudahkan penemuan kembali bahan
pustaka yang dibutuhkan pemustaka (user) maupun oleh petugas
perpustakaan.
·
Menurut kamus besar
bahasa Indonesia (2001) : katalog merupakan secarik kartu, daftar
atau buku yang memuat nama benda atau informasi tertentu yang ingin
disampaikan, disusun secara berurutan, teratur dan alfabetis: kartu membantu
memudahkan orang mencari buku di perpustakaan; berkas katalog yang dibuat pada
slip kertas yang diikat di jilid berkas untuk memungkinkan adanya penyisipan
bahan baru yang tepat susunannya. Katalog juga merupakan gambaran dari
fisik sebuah dokumen. Hasil pokok dari kegiatan katalogisasi adalah penyusunan
dari bahan pustaka dan pemeliharaan katalog yang memberikan akses utama kepada
koleksi
·
Katalog perpustakaan
adalah daftar semua bahan pustaka (buku, majalah, kartografi, kaset,
keping CD dan lain-lain) yang ada di perpustakaan dengan dilengkapi oleh
semua cantuman bibliografis sesuai dengan sistem yang telah ditentukan pada
katalog untuk semua jenis bahan pustaka yang dimiliki perpustakaan. Hal ini
diharapkan dapat membantu Pemustaka (user) maupun Pengelola (Pustakawan)
untuk menemukan kembali bahan pustaka yang diperlukan dengan cepat dan tepat.
·
Jadi
Katalog merupakan suatu daftar atau wakil dari suatu benda atau barang yang
terurut serta berisi informasi mengenai benda tersebut.
Perkembangan
Katalog
Katalogisasi berawal
pada tahun 1914 dimana Angkatan laut Amerika
mulai membuat daftar barang-barang militer Angkatan Laut Amerika merasakan bahwa manfaat
katalog tersebut sangat besar dalam penentuan perang dunia I. Kemudian pada tahun
1929
dimana Katalog mulai masuk ke dalam sistem pemerintahan Pada tahun ini pula
Presiden Hoover memutuskan bahwa “Federal Standard Stock Catalog” untuk
pemerintah berada dalam Departemen Keuangan. Pada tahun 1932 dimana pada
tahun ini Presiden Amerika menginisiasi sistem katalog di Amerika
yang seragam. Pada tahun 1935 Lahirnya “Federal Standard Stock Catalog”
untuk seluruh departemen Amerika. Pada tanggal 18 Januari 1945
Roosevolt mengakui bahwa kesemrawutan katalog Amerika
mengakibatkan pemborosan keuangan dan membahayakan keamanan negara.
Pada saat itu pula diperintahkan seluruh Amerika untuk mengadakan
persiapan guna melaksanakan komoditi katalog yang standard. Seluruh
instansi pemerintah harus menggunakan katalog standard tersebut. Pada
tanggal 3 Juli 1947 Angkatan Darat dan Angkatan Laut
membentuk sistem cataloging yang sama. Pada tanggal 1 Juli 1952
dengan Undang-Undang nomor : 436 Departemen Pertahanan dan Keamanan Amerika
(DOD) mengesahkan “The Defense Cataloging and Standarization Aet” (Undang-udang
Katalogisasi dan Standarisasi Pertahanan). Pada tahun 1956 beberapa negara
kelompok NATO ikut menggunakan sistem (FSN). Mulailah kode Federal Stock Number
(FSN) berubah menjadi “Nato Stock Number” (NSN). Pada tanggal 1 Januari 1962
“Defense Logistics Services Center” (DLSC) dibentuk. DLSC ini
merupakan pusat kegiatan katalog Amerika serta negara-negara NATO. Pada tahun
1965 seluruh katalog barang dengan stock number (baik yang Federal maupun NATO
System) diproses dengan komputer. Pada tahun 1975 sistem NSN diresmikan penggunaannya
oleh pemerintah Amerika dan berlaku pula untuk negara-negara Eropa dalam bentuk
blok NATO. Bulan-bulan berikutnya hampir seluruh negara
Eropa (kecuali Blok Timur) menggunakan NSN.
Sistem ini kemudian diikuti oleh negara-negara Asia, Afrika dan Amerika
Latin. Indonesia (TNI AU) resmi menggunakan sistem ini mulai tahun
1983 (meskipun sebelumnya sudah menggunakan NSN).
Hingga
sekarang katalog masih digunakan baik dalam Dunia perpustakaan maupun Dunia
usaha. Katalog sudah berkembang dari katalog yang masih manual hingga sekarang
muncul katalog Digital. Secara
khusus katalog dibagi menjadi 2 yaitu katalog Manual dan katalog Digital.
Katalog Manual yakni ringkasan sebuah koleksi yang tertuliskan di kertas ukuran
yang telah ditentukan. Diperpustakaan, katalog manual biasanya berada dilokasi
yang mudah dijangkau oleh pengunjung, dan biasanya berada dikotak yang telah
dibuat oleh petugas perpustakaan. Katalog memuat informasi deskrisip mengenai
pengarang, judul, penerbit, tahun, terbit, bentuk fisik, subjek, ciri khas
bahan dan tempatnya. Katalog manual terbagi menjadi 3 jenis yaitu katalog
kartu, katalog buku, dan katalog Berkas. Katalog kartu adalah bentuk katalog perpustakaan yang semua
deskripsi bibliografinya dicatat pada kartu berukuran 7,5 x 12,5 cm. Katalog
kartu disusun secara sistematis pada laci katalog. Katalog kartu masih
digunakan di beberapa perpustakaan. Katalog buku adalah katalog tercetak atau
katalog buku berbasis cetakan komputer. Katalog berkas adalah kumpulan kertas atau
kartu dalam bentuk selembar kertas berukuran 7,5 x12.5 cm atau 10 x 15 cm.
Masing-masing lembar berisi data katalog. Pada bagian kiri diberi lubang,
kemudian diikat atau dijilid. Pada bagian depan dan belakang diberi karton
tebal berfungsi sebagai pelindung setiap berkas. karena sudah maraknya katalog
digital yang lebih ringkas dan lebih cepat penggunaanya, memang mau tidak mau,
keberadaan katalog manual untuk saat ini sudah banyak yang enggan menggunakannya,
bahkan mungkin pengunjung lebih memilih mencari langsung ke rak dari pada harus
mencari dulu di katalog manual.meski begitu keberadaan katalog manual sampai
kapanpun akan dipertahankan, keberadanya harus tetap ada meskipun sudah semakin
canggihnya teknologi yang ada. Karena jika terjadi kerusakan komponen komputer
kita bisa kehilangan data yang ada, namun berbeda dengan katalog manual, jika
tidak terjadi bencana alam keberadaan katalog manual tetap aman.
Seiring Perkembangan teknologi komputer juga merambah
perpustakaan, dan semakin banyak perpustakaan memanfaatkan komputer untuk
layanan. Ada banyak software yang ditawarkan, baik gratis maupun membeli.
Semaraknya pemakaian komputer OPAC diperpustakaan sudah sejak tahun 80-an, maka
semakin banyak perpustakaan memanfaatkan software ini untuk layanan OPAC.
Sementara ada juga lembaga yang mengembangkan CDS/ISIS untuk pelayanan
sirkulasi dan menjadi website. Software gratis juga banyak ditemukan bila akses
di internet. Ada banyak juga fasilitas-fasilitas dari software tersebut. Salah
satu layanan perpustakaan sudah tidak asing lagi dilakukan di perpustakaan
adalah layanan OPAC (on line public access catalog). Layanan OPAC ini
memungkinkan pengguna perpustakaan menelusur dengan cepat dan tepat dengan
duduk di depan komputer. Bahkan jika sebuah perpustakaan sudah melayani
komputerisasi untuk semua layanan, pengunjung dapat mengetahui dengan cepat
jumlah koleksi yang tersedia, dan juga lokasi koleksi (bila banyak ruang dan
tepat penyimpanan), atau bahkan dapat diketahui koleksi tersebut tersedia,
sedang dipinjam dan atau rusak. Pengguna dapat segera mengambil keputusan bila
mengetahui hal-hal tersebut. Dengan layanan yang semakin canggih, bahkan
pengguna tidak perlu datang ke perpustakaan untuk mengetahui kepemilikan sebuah
koleksi, cukup dari rumah atau tempat dimana seseorang dapat akses internet.
Semakin banyak perpustakaan memanfaatan komputer untuk layanan perpustakaan
bisa jadi semakin banyak perpustakaan meninggalkan katalog. Keuntungan layanan
OPAC antara lain:
- Kecepatan memperoleh informasi
- Dengan menggunakan sarana penelusuran bolean dapat memperoleh informasi yang tepat
- Segera mengetahui jumlah kepemilikan, lokasi dan keberadaan koleksi
- Praktis dan ekonomis.
Dalam perkembangannya, selain keuntungan di atas,
pemanfaatkan komputer yang sering digunakan istilah otomasi perpustakaan juga
dapat menjadi sarana penggabungan data dari perpustakaan yang satu dengan yang
lain, atau juga pertukaran data, fasilitas internet, dan lain-lain. Tidak ada
alasan perpustakaan tidak segera memanfaatkan komputer untuk kegiatan pelayanan
dan aktivitas sehari-hari. Untuk membangunan dan mengembangkan sistem teknologi
informasi di perpustakaan memerlukan dukungan pustakawan, profesional teknologi
informasi dan pengguna. Tiga komponen tersebut sebagai segitiga informasi.
Konsep ini dilandasi adanya tiga aktifitas utama perpustakaan, ialah
pengelolaan, penyampaian dan pemanfaatan informasi. Tiga aktifitas utama itu
melibatkan tiga komponen utama, ialah pustakawan atau manajer informasi,
manajer atau profesional teknologi informasi dan pengguna. Komponen-komponen
tersebut memiliki kualifikasi dan fokus yang berbeda dalam sebuah lingkungan
kolaboratif. Misalnya, pustakawan memiliki spesialisasi tradisional dalam
organisasi dan koleksi informasi berbasis kertas bagi pengguna ke akses secara
fisik, sementara profesional komputer memiliki fokus pada pengembangan
pengetahuan tertentu masalah teknologi. Untuk perpustakaan-perpustakaan yang
belum siap otomasi perpustakaan, sesungguhnya cukup dengan layanan OPAC saja
sudah memberikan indikasi kemajuan sebuah perpustakaan.
Manfaat
katalog
Setiap katalog
memiliki manfaat yang sama namun seiring dengan perkembangan jaman dan kemajuan
teknologi katalog yang dulunya masih dibuat secara manual dapat diakses secara
online.
Katalog manual
memiliki manfaat :
• Lokasinya mudah dijangkau oleh pengguna atau pengunjung dan biasanya berada di kotak yang sudah disediakan oleh petugas perpustakaan.
• Dapat dicetak sesuai dengan kebutuhan, dapat diletakkan pada berbagai tempat, dan mudah disebarluaskan ke perpustakaan lain.
• Entri pada katalog berbentuk buku dapat ditemukan dengan cepat, mudah menyimpannya, mudah menanganinya bentuknya ringkas dan rapi.
• Bersifat praktis, sehingga setiap kali penambahan buku baru di perpustakaan tidak akan menimbulkan masalah, karena entri baru dapat disisipkan pada jajaran kartu yang ada. Penggunaan katalog kartu tidak dipengaruhi faktor luar, misalnya terputusnya aliran listrik, dan kemungkinan rusak sangat kecil terkecuali jika perpustakaan terbakar.
Adapun kekurangan
Katalog Manual :
• Cepat usang atau ketinggalan jaman. Hal itu terjadi karena setiap kali perpustakaan memperoleh buku baru, berart i katalog sebelumnya harus diperbaharui kembali, atau setidak-tidaknya membuat suplemen.
• Biaya pembuatan katalog berbentuk buku cenderung lebih mahal, karena bentuk dan jumlah cantumannya sering berubah. Karena biaya membuat katalog berbentuk buku cenderung mahal, dan cepat usang, maka perpustakaan meninggalkannya dan kemudian secara bertahap beralih ke bentuk katalog yang lain, terutama katalog katalog kartu.
• Satu laci katalog hanya menyimpan satu jenis entri saja, sehingga pengguna sering harus antri menggunakannya, terutama bila melakukan penelusuran melalui entri yang sama. Sulit menggunakannya jika berada pada jumlah yang besar, karena harus memilah-milah jajaran kartu sesuai urutan indeksnya.
Manfaat Katalog Digital
:
• Long distance
service, artinya dengan katalog digital, pengguna bisa menikmati layanan
sepuasnya, kapanpun dan dimanapun.
• Akses yang mudah. Akses katalog digital lebih mudah dibanding dengan katalog konvensional, karena pengguna tidak perlu dipusingkan dengan mencari di katalog dengan waktu yang lama
.
• Murah (cost efective). Katalog digital tidak memerlukan banyak biaya.
• Murah (cost efective). Katalog digital tidak memerlukan banyak biaya.
• Publikasi karya secara global. Dengan adanya katalog digital, karya-karya dapat dipublikasikan secara global ke seluruh dunia dengan bantuan internet.
Adapun kekurangan Katalog
Digital :
• Masih banyak masyarakat Indonesia yang buta akan teknologi. Apalagi, bila katalog digital ini dikembangkan dalam perpustakan di pedesaan.
• Masih sedikit pustakawan yang belum mengerti tentang tata cara mengonlinekan katalog koleksi ataupun mendigitalkan koleksi perpustakaan.
• Kalau terjadi mati listrik dan tidak ada tenaga cadangan, informasi sulit dicari di katalog digital yang mengandalkaan tenaga komputer.
• Apabila ada bahan
pustaka belum masuk ke data base pengguna mengalami kesulitan dalam melakukan
penelusuran.
Manfaat
katalog Secara Umum :
1. Sebagai
sarana untuk mengetahui buku-buku apa saja yang ada pada satu atau beberapa
perpustakaan: baik yang ditulis oleh pengarang tertentu, dengan judul tertentu,
mengenai subjek tertentu
2. Untuk
mengetahui buku-buku apa saja yang ada di suatu perpustakaan lain.
3. Untuk
mengetahui buku-buku apa saja yang ada di pasaran agar dibeli.
4. Untuk
mengetahui buku-buku apa saja yang ada dan diterbitkan di dalam suatu negara.
5. Sebagai
sarana pemilihan koleksi untuk perpustakaan.
6. Sebagai
sarana promosi buku bagi toko buku/penerbit.
Kesimpulan
Jadi dapat disimpulkan Katalog adalah suatu daftar
atau wakil dari suatu benda atau barang yang terurut serta berisi informasi
mengenai benda tersebut. Secara Khusus katalog merupakan daftar koleksi yang
ada di Perpustakaan. Katalog terdiri dari dua yaitu katalog Manual dan Katalog
Digital, katalog manual terdiri dari tida bagian yaitu katalog kartu, katalog
buku dan katalog kertas. Sedangkan katalog digital berupa sistem OPAC ( Online Public
Acces Catalog). Perkembangan katalog dimulai pada tahun 1914 hingga sekarang.
Masing-masing Katalog memiliki manfaat. Misalnya
Katalog Manual memiliki manfaat Bersifat
praktis, sehingga setiap kali penambahan buku baru di perpustakaan tidak akan
menimbulkan masalah, karena entri baru dapat disisipkan pada jajaran kartu yang
ada. Penggunaan katalog kartu tidak dipengaruhi faktor luar, misalnya
terputusnya aliran listrik, dan kemungkinan rusak sangat kecil terkecuali jika
perpustakaan terbakar dan memiliki kekurangan Cepat usang atau ketinggalan jaman. Hal itu
terjadi karena setiap kali perpustakaan memperoleh buku baru, berarti katalog
sebelumnya harus diperbaharui kembali, atau setidak-tidaknya membuat suplemen.
Katalog Digital memiliki manfaat Akses yang mudah. Akses katalog digital lebih
mudah dibanding dengan katalog konvensional, karena pengguna tidak perlu
dipusingkan dengan mencari di katalog dengan waktu yang lama serta memiliki
kekurangan Apabila ada bahan pustaka belum masuk ke data base pengguna
mengalami kesulitan dalam melakukan penelusuran
Saran
Sebaiknya kita lebih memahami manfaat katalog
baik secara umum maupun secara khusus karena katalog secara tidak langsung
katalog membantu kita dalam kehidupan sehari-hari seperti katalog yang ada
supermarket, katalog kosmetik dll sertaKarena dengan adanya katalog membantu
mendeskripsikan benda tersebut.
Daftar
Pustaka
Tidak ada komentar:
Posting Komentar